TAFAKUR
Contoh tafakur mengenai musibah :
Bila kita pikir dengan akal
1. Musibah tidak diragukan lagi adalah sesuatu yang buruk
2. Tidak ada seorangpun yang mau menerima musibah
3. Musibah identik dengan apes atau sial
4. Musibah merupakan hasil perbuatan jahat orang lain pada diri kita
5. Musibah terjadi semata-mata karena kecerobohan kita saja
Dari proses pikir yang demikian, akan meghasilkan output, antara lain :
a. Wajar orang menngalamai stress ketika tertimpa musibah
c. Berbuatlah dengan perhitunmgan yang matang supaya tidak tertimpa musibah
Hasil ini akan berbeda bila disertai dengan dzikir ( menghadirkan nuansa ilahiyah dalam qalbu kita ) :
1. Allah selamanya Maha Pengasih dan Maha Penyayang
2. Allah tidak zalim, Ia Maha Adil
3. Allah Maha Pandai, Maha Pengatur lagi Maha Suci
4. Allah mendengar do’a kita
Interaksi ( perpaduan ) antara pikir dan dzikir sebagai mana yang dimaksud diatas akan menghasilkan keyakinan-keyakinan sebagai berikut :
a. Tidak wajar bila kita stress pada waktu mengalami musibah, bukankah hal ini merupakan realisasi dari permintaan kita “ ihdinashirotol mustaqim” ?
b. Bila Allah memberikan musibah, sebenarnya yang ingin Dia berikan kepada kita adalah hikmah
Hakmah à “ banyak kenikmatan yang dilipat diantara taring-taring bencana”..
c. Bila awan tidak menangis, mana mungkin taman akan tersenyum
d. Musibah adalah tanda cinta Allah pada kita, yaitu dia memberikan peluang bagi kita untuk meniungkatkan ketaqwaan, bukankah manusia yang paling hebat itu adalah yang paling taqwa?
Pikir itu pelita qalbu,
Tanpa berpikir qalbu menjadi gelap,
Neraka pun siap menyergap
By: Hani Syahrotun Maghfirooh
Pon-Pes Ash-Sholihin Kemiri Bumiroso



0 Komentar